KONSER MCR BO….

Konser My Chemical Romance: Menghibur Meski Nggak Istimewa

My Chemical Romance Live in Jakarta
My Chemical Romance Live in Jakarta

MY CHEMICAL ROMANCE [MCR] mengawali gawean besar promotor JAVA Musikindo dengan sukses secara jumlah penonton. Dalam konser bertajuk ‘LA Lights Concert: The Black Parade Tour’ Kamis, [31/1/2008] di Jakarta Convention Center, MCR sukses membuat koor masal 6000 penonton yang mayoritas adalah ABG.

Sukses lain adalah, 6000 tiket seharga 500 ribu [festival] dan 750 ribu [vip] ludes terjual. Aksi MCR di atas panggung ukuran 12m x 18m, dengan tata suara berkekuatan 100 watt dan tata lampu 150 watt, biasa disebut memuaskan penonton yang sebagian besar ABG.

Yup band asal Amerika Serikat ini memang termasuk deretan band-band rock wangi yang saat ini sedang kencang berkibar. Mengapa rock-wangi? Karena fansnya rata-rata adalah ABG, perempuan dan lahir dari generasi 90-an yang modis, wangi dan fashionable.

Di konser MCR sendiri, para ABG yang banyak memakai kaos bergambar MCR itu, sudah antri sejak pukul 2 siang. Padahal pintu masuk baru dibuka sekitar pukul 5 sorean. “Nggak apa-apa mas, biar nanti nggak rebut dan bisa dapat tempat depan,” aku Anis, cewek asal Bintaro yang memakai kostum tipis berwarna hitam.

Konser band yang album terakhirnya ‘The Black Parade’ mejadi salah satu album terbaik tahun 2007 silam ini, dimulai pukul 20.00 WIB teng. Total 20 lagu digeber MCR di antaranya hits Helena, I’m Not Okay, The Ghost Of You, Welcome To The Black Parade, I Don’t Love You dan Teenagers yang diunduh dari dua album mereka, THREE CHEERS FOR REVENGE dan THE BLACK PARADE.

Konser band yang diawaki Gerard Way [vokal], Ray Toro [gitar], Frank Lero [gitar], Mikey Way [bas] dan Bob Bryar [drums] merupakan bagian dari rangkain tur MCR di tahun ini.

Meski digadang-gadang punya album yang bagus, sayangnya MCR ternyata menampilkan aksi panggung yang biasa-biasa saja. Vokalis Gerard memang terjaga sampai akhir konser, tapi tidak ada dinamika dan dialog yang “menyenangkan” dengan penonton. Kemudian sound juga tidak diulik dengan maksimal. Dari obrolan dengan MCR, mereka ternyata tidak terlalu memperdulikan sound. “Yang penting enak saja buat kita,” kata Gerard kepada RILEKS.COM.

Terlepas dari kekurangan yang ada, MCR mengawali tahun 2008 dengan sajian konser yang lumayan menghibur.

Leave a Reply